DiALOG IMAM AL-GHAZALI DENGAN MURIDNYA


MUTIARA HIKMAH

DiALOG IMAM AL-GHAZALI DENGAN MURIDNYA

Oleh : Ust. Tommy Eka Purnama, A. S.Ag

Imam al-Ghazali adalah seorang tokoh di dalam Tasauf Islam yang terkenal dengan faham dan ilmu hikmahnya seperti tertuang dalam kitabnya yang terkenal sampai sekarang IHYA ULUMUDDIN. Kita akan melihat sekelumit dialog penuh hikmah berikut ini. Dimana beliau menanyakan beberapa hal yang Paling dalam hidup ini kepada murid-muridnya :

  1. APA YANG PALING DEKAT

Muridnya menjawab antara lain : keluarga, pakaian, tempat tinggal.

Ternyata bukan itu yang diharapkan oleh sang Imam al-Ghazali. Yang paling dekat dengan kita adalah MAUT. Karena maut datangnya :

    1. Tiba-tiba tanpa salam dan ketok pintu (QS. 12 / Yusuf : 107)

107.  Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?

    1. Ajal datang sangat tepat waktu (QS.7/Al-A’raf :34)

34.  Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu[537]; Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

    1. Maut menerkam tanpa pandang bulu (QS. 29/Al-Ankabut : 57)

57.  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada kami kamu dikembalikan.

    1. Selalu menguntit kemana kita pergi (QS. 4 / An-Nisaa:78)

78.  Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan[319], mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka Mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan[320] sedikitpun?

[319]  kemenangan dalam peperangan atau rezki.

[320]  pelajaran dan nasehat-nasehat yang diberikan.

  1. APA YANG PALING JAUH

Muridnya menjawab antara lain : bulan, bintang, matahari, planet dll. Sang Imam berkata bukan itu. Tapi yang paling jauh adalah MASA LALU, karena :

    1. Hari terus berganti, matahari tetap beredar (QS. 3/ali-Imran : 190)

190.  Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

    1. Sedetik berlalu dan tak akan pernah kembali (QS. 3 :140)

140.  Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'[231]. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,

[231]  Syuhada’ di sini ialah orang-orang Islam yang gugur di dalam peperangan untuk menegakkan agama Allah. sebagian ahli tafsir ada yang mengartikannya dengan menjadi saksi atas manusia sebagai tersebut dalam ayat 143 surat Al Baqarah.

    1. Setiap yang kita antarkan ke pusara mereka tak pernah pulang
    2. Semakin lama umur dunia, semakin jauh masa lalu. Karena hidup Cuma sekali (QS. 39 / az-Zumar: 58)

58.  Atau supaya jangan ada yang Berkata ketika ia melihat azab ‘Kalau sekiranya Aku dapat kemnbali (ke dunia), niscaya Aku akan termasuk orang-orang berbuat baik’.

Oleh sebab itulah Rasulullah SAW mengajurkan kepada kita menggunakan waktu itu sebaik mungkin, seperti yang diterangkan dalam HR. Imam Baihaqy. Gunakanlah yang 5 sebelum datang yang 5 yaitu :

  1. Hidup sebelum mati
  2. Sehat sebelum sakit
  3. Lapang sembelum sempit
  4. Muda sebelum tua
  5. Kaya sebelum miskin
  1. APA YANG PALING RINGAN

Murid menjawab antara lain : kapas, kain, angin, debu, rambut, dll lagi-lagi Imam berkata bukan itu. Yang paling ringan adalah MENINGGALKAN SHALAT, karena :

  1. Alasan letih dan tertidur, padahal sebenarnya malas (QS. 9 / at-Taubah : 54)

54.  Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan Karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.

  1. Alasan sibuk bekerja demi mencari nafkah padahal Allah Swt sudah mengingatkan (QS. 28 /al-Qashash : 77)

77.  Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

  1. Godaan dunia dan huru hara (QS. 28 / al Qashash:60)

60.  Dan apa saja[1130] yang diberikan kepada kamu, Maka itu adalah ke- nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?

[1130]  Maksudnya: hal-hal yang berhubungan dengan duniawi seperti, pangkat kekayaan keturunan dan sebagainya.

  1. Lantaran pesta dan hajatan atau hiburan

Sebagaimana yang kita ketahui shalat adalah :

  1. Intisari dari agama dan pilar kehidupan
  2. Pembeda dengan orang kafir dan binatang
  3. Lokomotif amal shaleh
  4. Pembersih jiwa raga dan obat bathin
  1. APA YANG PALING BERAT

Murid menjawab antara lain : batu beton, besi dll. Bukan itu, yang paling berat adalah AMANAT.  Demi mendapatkan sebuah amanat, manusia akan melakukan berbagai cara seperti :

    1. Menjilat ke atas menginjak ke bawah
    2. Menyikut ke kiri dan ke kanan
    3. Mengumbar janji dan tebar pesona
    4. Merayu, menipu maka gigi lebih lunak dari lidah

Bila amanat sudah diraih banyak yang disia-siakan, seperti pemimpin, pejabat dan kepala keluarga (QS. 33 / al-Ahzab : 72)

72.  Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

[1233]  yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan.

  1. APA YANG PALING BESAR

Murid menjawab antara lain : gunung, bukit, gajah, pyramid, dll. Bukan itu, kata al-Ghazali. Adapun yang paling besar adalah : HAWA NAFSU, karena :

    1. Hawa pantang kekurangan, nafsu pantang kerendahan (QS. 23 / al-Mukmin : 71)

71.  Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya kami Telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.

    1. Manusia bersifat tamak dan loba, rakus dan serakah
    2. Tak pernah puas, sebelum mulutnya disumpal dengan tanah (QS. At-Takasur)
  1. APA YANG PALING TAJAM

Murid menjawab antara lain : pisau, pedang, dll. Ternyata bukan itu jawaban yang di inginkan oleh sang Guru. Beliau mengatakan bahwa yang paling tajam adalah LIDAH, yaitu :

    1. Wanita tak beriman
    2. Politikus busuk dan pembohong
    3. Provokator sinting
    4. Lidah pemimpin tak bermoral
    5. Lidah lelaki mabuk (QS. 104 / al-Humazah : 1-3)

1.  Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,

2.  Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung[1600],

3.  Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,

[1600]  maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang karenanya dia menjadi kikir dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah.

Disampaikan pada pengajian Kamis Malam di Mesjid Al Mukhlisin Komplek Deplu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: